Permasalahan yang Dapat Muncul pada Budidaya Sistem Bioflok
14 Jul. 2021
Budidaya lele dengan sistem bioflok tak lepas dari beberapa masalah yang dihadapi. Mengetahui penyebabnya merupakan langkah awal yang bisa dilakukan untuk menangani masalah tersebut.
Permasalahan dapat muncul pada sistem budidaya bioflok diantaranya :
- Kematian Benih
Kematian benih dapat terjadi pada saat tebar dan pemeliharaan. Kematian benih yang tinggi pada awal tebar terjadi pada sekitar satu minggu pemeliharaan. Hal ini bisa terjadi karena kualitas benih yang kurang memadai.
Sementara itu, kematian benih yang terjadi pada saat pemeliharaan terutama disebabkan oleh perlakuan yang tidak sesuai atau pencatatan yang tidak baik. Misalnya, keterlambatan dalam pemberian probiotik dan molase yang harus di sesuaikan dengan akumulasi pakan yang diberikan.
- Air Kolam Berbau atau Berbusa
Air kolam yang berbau menandakan proses dekomposisi bahan organik tidak berlangsung, karena akumulasi pakan tidak sebanding dengan kebutuhan ikan dan telah dilakukan penambahan bakteri seta molase.
Sementara itu, air kolam berbusa menandakan tingginya amonia dalam kolam. Masalah ini dapat diatasi dengan membuang sedikit air kolam melalui paralon. Setelah itu menambahkan kembali air kolam hingga ketinggian semula.
- Bioflok Terlalu Pekat
Kepekatan bioflok yang normal dalam kolam berkisar 8-10%. Cara untuk mengeceknya dengan menandai kisaran kepekatan normal flok pada wadah sampel. Misalnya, ketinggian padatan flok sebesar 8-10% dari volume gelas berukuran 220 ml telah diberiakn garis batas maksimum dan minimun 8-10%.
- Listrik Padam
Kondisi kolam budidaya bioflok yang mengalami pemadaman listrik baik secara mendadak maupun terencana perlu menjadi perhatian. Hal ini karena dalam sistem bioflok suplai oksigen sangatlah penting yang berasal dari blower yang membutuhkan daya listrik.
Apabila terjadi pemadaman, biarkan flok-flok yang ada didalam kolam mengendap. Kemudian, matikan atau cabut kabel blowernya. Ketika listrik sudah menyala, jangan langsung menyalakan blower. Buang terlebih dahulu endapan sebanyak 10-30%, tergantung lama pemadaman listrik. Setelah itu, nyalakan kembali blower dan air serta beri probiotik.
Baca Juga
