Faktor Yang Menentukan Pembentukan Flok Dalam Sistem Bioflok



24 Mar. 2021

Pembentukan flok sangatlah menentukan keberhasilan dalam penerapan sistem budidaya bioflok.
Salah satu faktor pembentukan flok diantaranya:

- Suhu
Suhu memiliki pengaruh yang sangat kompleks terhadap pembentukan flok. Pengaruh suhu sangatlah erat kaitannya dengan proses metabolisme dari ikan dan mikroorganisme. Semakin tinggi suhu, proses metabolisme ikan dan sel akan semakin cepat. Hal ini sangat berpengaruh terhadap akumulasi sisa hasil metabolisme ikan dan bahan organik.

- Derajat Keasaman atau pH
Derajat keasaman atau pH memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan amonia. Pada pH sedang atau antara 6-8, amonia akan stabil dan dapat didegrasi oleh mikro organisme dan flok akan terbentuk.

- Aerasi dan Pengadukan ( Pergerakan Air Oleh Aerator)
Oksigen terlarut jelas diperlukan untuk pengoksidasian bahan organik, baik oksigen yang diperlukan untuk mengurai bahan organik yang terkandung dalam air maupun oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk mengurai bahan organik dalam kondisi aerob.

Pergerakan atau pengadukan air harus diatur sedemikian rupa agar teraduk sempurna dan tidak ada daerah atau titik mati arus. Dengan demikian, bioflok yang terbentuk dapat dimanfaatkan ikan dan mengendap.

- Karbondioksida
Karbondioksida menjadi salah satu kunci yang sangat terpenting bagi pembentukan dan pemeliharaan bioflok.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian dolomit atau kapur pertanian yang tujuannya sebagai sumber gas Karbondioksida yang sangat efektif.